Sehari di Surabaya

Cuma Sehari di Surabaya, Bisa ke Mana Saja?


Kota Surabaya merupakan salah satu ibu kota provinsi yang memiliki segudang tujuan wisata menarik. Mulai dari museum, monumen penting, tempat keagamaan bersejarah, taman kota, kedai kuliner turun temurun, sampai objek wisata modern ada di sini. Tapi, gimana kalau kamu hanya punya waktu satu hari di Surabaya? Jangan khawatir, artikel berikut akan bantu kamu tur sehari di Kota Pahlawan ini.
 

  • De Javasche Bank

Berlokasi di Kecamatan Krembangan, Surabaya, sebuah gedung putih dengan pilar-pilar lebar dan kaca-kaca berlapis teralis berdiri kokoh. De Javasche Bank merupakan gedung bekas Bank sentral Hindia Belanda yang didirikan oleh Pangeran William I dari Belanda pada tahun 1826 di Surabaya. Setelah rampung direstorasi pada Januari 2012, gedung milik Bank Indonesia ini dialihfungsikan menjadi museum perbankan. Kalau berkunjung ke sini, kamu bisa mengintip sejarah perbankan di Jawa sekaligus mata uang dan barang-barang antik dunia perbankan pada masa kependudukan Belanda.
 

  • Tugu Pahlawan 10 Nopember

Kota Surabaya disebut Kota Pahlawan karena kisah perlawanan ratusan ribu rakyat melawan penjajah selama masa perang kemerdekaan pada tahun 1945 hingga 1949. Mengutip pendapat seorang pegiat sejarah asal Surabaya, Ady Setyawan, dalam Liputan6.com, jumlah penduduk yang tewas dalam peperangan tersebut mencapai 16 ribu orang. Hampir setengah dekade kemudian, Tugu Pahlawan 10 Nopember dibangun untuk menghormati sekaligus mengenang jasa seluruh masyarakat yang gugur.

Kalau kamu senang dengan wisata sejarah, menghampiri lokasi ini tentu jadi agenda wajib. Di sini, kamu bisa melihat ornamen-ornamen bersejarah, seperti mobil Bung Tomo, makam pahlawan-pahlawan rakyat, sekaligus berfoto di monumen maupun Museum 10 Nopember. Kamu juga bisa berkeliling ke kota tua yang berada tak jauh dari lokasi ini. Di kota tua-nya Surabaya, kamu akan menemukan Gereja Santa Maria, kantor gubernur Surabaya, gedung-gedung tua, halte trem lama, hingga Jembatan Merah bekas peninggalan Belanda.
 

  • Masjid Muhammad Cheng Ho

Laksamana Cheng Ho merupakan seorang pelayar Muslim asal Tiongkok yang masuk ke Indonesia sekitar abad-15. Dilansir dari Wikipedia, tujuannya berlayar ke beberapa negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, adalah untuk mengantarkan cinderamata dari raja Tiongkok yang memimpin di kala itu. Meski begitu, beberapa pemuka agama Islam di Indonesia menganggap Cheng Ho punya peran penting dalam perkembangan agama Islam di Indonesia. Untuk itulah, sejumlah masjid dan kuil dibangun di Jakarta, Cirebon, Semarang, dan Surabaya untuk mengenang kunjungan Laksamana Cheng Ho.

Lagi-lagi, kamu perlu berkunjung ke masjid ini kalau menyukai wisata sejarah. Selain menelusuri kisah soal kunjungan Cheng Ho, kamu juga bisa mempelajari akulturasi dan toleransi antara masyarakat Tionghoa dan Jawa yang hidup di sekitar situ. Biarpun kamu bukan seorang Muslim, tempat ini terbuka untuk umum, kok. Yang penting, gunakan pakaian yang sopan, ya.
 

Itu dia beberapa destinasi wisata sehari yang bisa kamu kunjungi selama transit di hotel di Surabaya. Setelah lelah berkeliling Kota Surabaya yang panas, kamu bisa singgah ke Kedai Es Krim Zangrandi yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso. Penyajian menu dan desain interior kedai yang kuno bakal membuat hari kamu yang lelah kembali bergairah.

Jangan lupa untuk tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, ya. Semoga liburanmu menyenangkan.