Fakta Unik Suntiang Mahkota Pernikahan Perempuan Minangkabau!


Saat ini, konsep pernikahan memang dimodifikasi menjadi lebih modern. Namun demikian, tak sedikit calon pasangan pengantin yang memilih konsep pernikahan daerahnya masing-masing. Sebut saja, pernikahan adat Minangkabau yang selama berlangsungnya pernikahan baik mempelai wanita maupun pria memakai pakaian pengantin khas Minangkabau.

Tak terkecuali, mempelai wanita juga diwajibkan memakai mahkota di bagian kepalanya atau lebih dikenal dengan nama Suntiang. Bentuknya yang cantik dan mewah, membuat siapa saja yang memakainya akan terlihat semakin cantik.

Terdapat beberapa fakta unik Suntiang mahkota pernikahan wanita Minang ini, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Memiliki banyak jenis dan bentuk. Suntiang memiliki banyak sekali jenis dan bentuk. Semuanya berbeda, tergantung pada daerah asalnya masing-masing. Misalnya, Suntiang Kurai, Suntiang Sungayang, Suntiang Pariaman, Suntiang Tanah Datar (memiliki mahkota), Suntiang Solok (dirangkai tanpa memakai kawat), dan masih banyak yang lainnya.

2. Terdiri dari dua ukuran. Selain memiliki banyak jenis, Suntiang asal Minang ini juga terdiri dari dua ukuran, yakni Suntiang Gadang dan Suntiang Ketek. Sunting Gadang biasanya digunakan oleh pengantin wanita yang akan melangsungkan pernikahan, sedangkan Suntiang Ketek digunakan oleh pendamping mempelai wanita.

3. Memiliki empat jenis hiasan. Suntiang memiliki empat jenis hiasan yang melekat pada Suntiang tersebut. Dimulai dari hiasan pada bagian paling bawah tersusun rapi deretan Bungo Sarunai berjumlah 3 – 5 lapis. Selanjutnya, hiasan Bungo Gadang sebanyak 3 – 5 lapis. Hiasan paling atas yaitu Kambang Goyang yang dijadikan sebagai pelengkap suntiang. Serta, hiasan jatuh yang terletak di bagian kanan dan kiri pipi atau dikenal dengan nama Kote-kote.

4. Berat Suntiang bisa sampai 7 kg. Di zaman dahulu, banyak wanita Minang yang memakai Suntiang dengan berat mencapai 6 – 7 kilogram. Hal ini karena Suntiang masih terbuat dari emas asli dan besi aluminium yang berat. Selain itu, Suntiang juga dikenakan secara manual, di mana ditancapkan satu persatu ke rambut mempelai wanita.

5. Berat Suntiang melambangkan tanggung jawab. Beratnya yang mencapai 7 kilogram melambangkan tanggung jawab dan kesiapan perempuan Minang menjadi seorang Bundo Kanduang. Serta sebagai bentuk tanggung jawab seorang istri dan Ibu dari anak-anaknya kelak.

6. Suntiang dimodifikasi menjadi lebih ringan dan praktis. Meski dulunya berat Suntiang bisa mencapai 7 kilogram, namun sekarang Suntiang dimodifikasi menjadi lebih ringan dengan bentuknya yang masih merujuk pada Suntiang asli. Bentuknya pun lebih praktis menyerupai bando sehingga lebih mudah digunakan pada saat resepsi pernikahan.

Itu dia fakta-fakta unik Suntiang, mahkota pernikahan perempuan Minangkabau. Bagi Anda yang berencana menggunakan Suntiang untuk acara pernikahan, maka langsung cari Wedding Organizer (WO) yang menawarkan konsep pernikahan adat Minangkabau tersebut. Tak lupa, jika Anda melangsungkan resepsi di Jakarta, carilah tempat wedding Jakarta yang cocok untuk konsep pernikahan Anda.

Agar lebih aman, Anda bisa mencari WO tersebut melalui internet atau jika Anda memang diharuskan untuk keluar rumah maka jangan lupa memakai masker & face shield, jaga jarak aman dengan orang lain, selalu bawa hand sanitizer, dan lain sebagainya. Serta, pastikan WO yang Anda cari menawarkan konsep pernikahan dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan yang diberlakukan oleh pemerintah maupun WHO.

Selamat berbahagia, ya!