Hal yang Kamu Dapat dari Fase Honeymoon

4 Hal yang akan Kamu Dapatkan dari Fase Honeymoon

 

Haruskah berbulan madu ke negara nun jauh di sana? Atau haruskah pasangan yang baru menikah menghabiskan belasan hingga puluhan juta rupiah lagi untuk berbulan madu—atau honeymoon? Sebetulnya apa makna dari honeymoon itu dan apa yang kiranya bisa seseorang harapkan dari momen tersebut?

Tak ada aturan bahwa pasangan yang baru saja menikah wajib melakukan honeymoon. Meski demikian, sejumlah psikolog meyakini jika fase bulan madu ialah titik mula hubungan pernikahan seseorang dengan pasangannya. Pada masa inilah seseorang bisa mulai melihat dan belajar memahami betul tentang kepribadian pasangannya yang mungkin belum pernah diketahui sebelumnya.

Melansir situs PsychCentral, fase honeymoon yang berkualitas tidaklah bergantung pada banyaknya uang yang dihamburkan. Melainkan, hal itu bergantung pada waktu yang dihabiskan sepasang manusia bersama-sama. Dengan demikian, berbulan madu tidaklah selalu harus bepergian ke negara nun jauh di seberang belahan Bumi, namun bisa saja dengan bermalam sepekan di hotel di Semarang, misalnya. Pasalnya, kebersamaan adalah kunci dari kebahagiaan di masa bulan madu.

Lalu, hal-hal apa saja yang kiranya akan kamu peroleh dari fase honeymoon?

  1. Titik mula. Mayoritas pasangan di Indonesia tinggal bersama setelah resmi menikah. Artinya adalah kamu dan pasangan akan masuk ke dalam lapisan baru kehidupan. Nah, saat berbulan madu itulah titik mula fase tersebut. Dengan memahami situasi tersebut, kamu akan menemukan hal-hal baru tentang pasanganmu.

  2. Waktu untuk menenangkan hati dan pikiran. Rangkaian pesta adat juga resepsi pernikahan kamu dan pasangan mungkin memakan waktu hingga berhari-hari. Tentu, setelah semua hal itu berlangsung, kamu dan pasangan hanya ingin beristirahat total dari lelah fisik dan pikiran yang mengonsumsi kalian selama beberapa bulan belakangan. Nah, saat melakukan honeymoon-lah kamu bisa mengumpulkan kembali energi yang hilang usai pesta pernikahan.

  3. Waktu untuk merefleksikan diri. Menurut laman PsychCentral, banyak pasangan baru menikah yang terkejut mendapati kenyataan bahwa dirinya telah menikah. Tak sedikit pula yang merasa ‘berbeda’ setelah resmi menikah. Mungkin bila kamu pun merasa demikian, bulan madu menjadi waktu yang tepat untuk membiarkan pikiran-pikiran tersebut berkeliaran untuk kemudian menuntun kamu dalam merefleksikan diri—merefleksikan hidupmu yang baru.

  4. Waktu untuk menciptakan kehidupan pernikahan yang bahagia. Secara saintis, fase honeymoon adalah masa seseorang mulai memahami betul pasangan barunya. Di masa ini juga pasangan baru bisa membentuk imaji-imaji positif tentang kehidupan pernikahannya, dan menjadikan itu sebagai tujuan kehidupan pernikahan yang bahagia.

Walau bukan suatu kewajiban, ternyata honeymoon bisa memberi kamu dan pasangan manfaat yang cukup banyak, ya? Sebelum pergi berbulan madu, jangan lupa untuk mengecek ketentuan dan syarat-syarat yang diminta untuk mengunjungi daerah atau kota tujuan terkait dengan pandemi COVID-19, ya. Periksa juga apakah hotel atau villa yang akan kamu dan pasanganmu tinggali selama honeymoon sudah menerapkan aturan kesehatan dan kebersihan ketat sesuai dengan saran WHO. Semoga artikel ini bermanfaat!