Ide Buket Bunga untuk Pernikahan Tradisional

Ide Buket Bunga untuk Pernikahan Bertema Tradisional
 

Bunga memang kerap menghiasi acara pernikahan. Bukan hanya untuk dekorasi, bunga sering dijadikan sebagai hiasan untuk mempercantik rambut mempelai wanita serta hiasan untuk busana mempelai pria. Tak kalah krusial, bunga juga sering dipegang di tangan dan dijadikan untuk prosesi lempar bunga jika memilih konsep pernikahan bertema modern.

Namun demikian, tak usah khawatir, bagi Anda yang memilih konsep pernikahan bertema tradisional, maka tetap bisa menggunakan bunga sebagai pelengkap pernikahan dengan memilih beberapa ide buket bunga berikut ini, di antaranya:

  1. Buket bunga khas Minahasa. Jika dilihat sekilas, buket bunga khas Minahasa ini memang terlihat mirip dengan buket bunga yang biasa dipegang ketika melangsungkan pernikahan dengan tema modern. Namun, yang membedakan adalah jumlah dari bunganya, di mana buket bunga Minahasa ini biasanya berjumlah 18 bunga. 9 bunga untuk tangkai bunga yang mekar dan 9 bunga yang masih kuncup. Angka 9 dipercaya sebagai angka keberuntungan oleh masyarakat Minahasa.

  2. Buket bunga khas Kalimantan. Berbeda dari sebelumnya, buket bunga khas Kalimantan ini terdiri dari daun sawang sembilan tangkai, janur kelapa berbentuk burung lima tangkai, mayang pinang dua sampai tujuh tangkai, asparagus anggrek, daun sirih tiga tangkai, hingga melati. Biasanya, buket bunga ini dibawa ketika memakai pakaian pengantin Ma’nyan Ngamuan Gunung Perak.

  3. Buket bunga khas Banjar. Masih dari daerah Kalimantan, mempelai yang memilih mengenakan pakaian pengantin Ba’bajukun Palung Pacinan ini biasanya membawa buket bunga dengan bentuk yang sangat unik. Di mana, buket bunga ini dirangkai dengan mayang pinang dan 13 logam kecil dengan rangkaian membentuk oval. Tak hanya mempelai wanita, buket bunga ini juga dibawa oleh mempelai pria pada saat resepsi pernikahan.

  4. Buket bunga tusuk lidi Banjar. Bisa dikatakan, Banjar memang memiliki banyak sekali keunikan buket bunga. Kali ini adalah buket bunga yang ditusuk dengan lidi atau lebih dikenal dengan nama Palimbaian. Buket bunga ini biasanya dihias dengan daun sirih yang dijadikan sebagai alas, kemudian ditambah daun kelapa sepanjang kurang lebih 30 cm, lalu lidi sebanyak 11 – 15 lidi untuk meletakkan bunganya. Bunga yang digunakan biasanya adalah kenanga, melati, hingga mawar.

Itu dia deretan buket bunga yang cocok dijadikan sebagai pelengkap di hari bahagia Anda. Ingat, jangan hanya pusing memikirkan konsep acara dan mencari tempat pernikahan seperti tempat wedding Surabaya, misalnya, namun Anda melupakan bunga untuk pelengkap pernikahan Anda.

Selamat melangsungkan pernikahan dan semoga lancar, ya!