Ikon dari Kota Surabaya

Patung Sura dan Baya, Ikon dari Kota Surabaya!

Ikon_dari_Kota_Surabaya.jpgSource: Unsplash
 
Ketika berlibur di Surabaya, Anda pasti pernah melihat atau bahkan berfoto di depan patung yang menjadi ikon dari kota Surabaya, yakni Patung Sura dan Baya? Nah, ketika melihat atau mengetahui keberadaan patung tersebut, apakah Anda pernah mencari tahu mengapa patung ini menjadi ikon kota Surabaya dan dari mana asal muasal nama Surabaya tersebut? Jika tidak, baiknya baca dulu ulasan di bawah ini:

Patung Sura dan Baya dibangun di dua lokasi
Di Surabaya sendiri Patung Sura dan Baya ini dibangun di dua titik lokasi, yaitu di Bundaran Jl. Tanjung Priok dan di Bantaran Sungai Kalimas atau tepatnya di Taman Skate dan Board Jl. Ketabang Kali. Di sekitar tempat ini terdapat destinasi wisata yang bisa dikunjungi saat liburan di sana seperti Kebun Binatang Surabaya, Tugu Pahlawan, Monumen Kapal Selam, Wisata Hutan Mangrove Wonorejo, Ciputra Waterpark, Jembatan Suramadu, dan masih banyak yang lainnya.

Bahan dasar pembuatan patung yang menjadi ikon Surabaya
Patung yang berdiri kokoh di Surabaya ini dibuat dari bahan dasar batu bata, pasir, hingga semen tanpa ditambahkan ornamen penghias patung. Inilah yang menjadi penyebab mengapa patung satu ini terlihat sangat sederhana. Namun demikian, tahukah Anda, jika orang yang membuat pahatan patung ini adalah seorang seniman pematung sekaligus dosen dari Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW Surabaya bernama Sigit Margono.

Asal mula nama Surabaya
Nama kota Surabaya ini berasal dari dua hewan yang menjadi ikon Surabaya, yakni ikan Sura (ikan hiu) dan Buaya. Konon, penamaan Surabaya ini terinspirasi dari kisah perkelahian hidup dan mati antara Sawunggaling yang menguasai ilmu Sura dan Adipati Jayengrono yang menguasai ilmu buaya. Namun, menurut legenda, nama Surabaya ini diambil dari kisah pertarungan sengit antara ikan hiu Sura dan Buaya, yang mana saling berkelahi dalam memperebutkan mangsa. Ketika berkelahi, ekor ikan Sura hampir putus digigit Buaya dan pangkal ekor sebelah kanan Buaya juga digigit ikan Sura. Meskipun begitu, kedua hewan ini masih hidup dan bisa selamat dari bahaya. Inilah yang menjadi inspirasi terbentuknya nama Surabaya, di mana Sura berarti selamat atau jaya dan Baya berarti bahaya. Jadi, artinya adalah selamat menghadapi bahaya.

Itulah kisah singkat mengenai Patung Sura dan Baya yang dijadikan sebagai ikon kota Surabaya. Bagi Anda yang berencana melihat dan berfoto di patung ini, maka tidak perlu khawatir karena ada banyak maskapai penerbangan menuju Surabaya dan tersedia pula banyak hotel di Surabaya.