Mengupas Istilah RSVP

Mengupas Istilah RSVP pada Undangan Pernikahan
 

Barangkali, undangan pernikahan dengan RSVP tak akan pernah lagi Anda terima dari kenalan Anda. Hal ini tak lepas dari pergeseran pada metode mengundang tamu, dan mungkin juga, kultur resepsi pernikahan di negeri ini. Pasalnya, pesta pernikahan di Indonesia lekat dengan relasi kekeluargaan—yang mana berarti tak membedakan satu undangan dengan yang lain.
 

Meski demikian, tak ada salahnya mengetahui perihal konsep ini, kan?

RSVP adalah singkatan dari Répondez s’il vous plait, atau dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai “Mohon dibalas”. Dilansir dari situs Concierge, kultur ini berawal dari Eropa, kemudian berkembang hingga Amerika Serikat, dan sampailah di Asia. Kebiasaan yang mulanya hanya berlaku untuk kalangan elit ini bertujuan untuk memudahkan penyelenggara acara—biasanya resepsi pernikahan—memetakan pestanya kelak. Dengan RSVP, pemilik acara bisa mengetahui berapa jumlah tamu yang pasti akan datang, menata susunan kursi tamu, serta menyediakan makanan sesuai kebutuhan undangan (untuk tamu yang memiliki alergi, misalnya).

Walau datang bersama undangan, RSVP biasanya tidak menjadi satu dalam undangan cetak yang dikirimkan. Sebab, nota RSVP perlu dikirimkan kembali oleh tamu kepada pengirim undangan. Lazimnya RSVP berbentuk kertas yang bertuliskan “Ya” atau “Tidak”, kolom nama tamu dan pasangan yang akan datang, serta ruang untuk menuliskan makanan dan/atau minuman yang tidak bisa dikonsumsi oleh tamu. Akan tetapi, ada pula RSVP yang cukup dikirimkan ke surat elektronik pengirim undangan.
 

Perubahan pada RSVP

Opsi “ya” atau “tidak” yang tercantum dalam nota RSVP berarti penerima undangan diperbolehkan tak menghadiri acara tersebut. Yang penting untuk diingat ialah memberikan jawaban, serta alasan mengapa berhalangan mendatangi pesta tersebut. Namun, bagaimana jika sudah mengatakan akan hadir lantas realita membuat seseorang batal menghadiri resepsi itu

Pakar pernikahan di situs Brides mengatakan hal pertama yang perlu dilakukan ialah memberitahu pemilik acara. Ya, biarpun akhirnya akan “mengacaukan” perencanaan yang sudah dibuat oleh calon pengantin, lebih baik untuk memberitahunya sedini mungkin tentang perubahan rencana yang terjadi. Kirimkan pesan permintaan maaf dan alasan singkat mengapa Anda tidak jadi menghadiri undangan tersebut. Dengan begitu, pemilik acara bisa menyesuaikan ulang pengaturan untuk resepsi pada hotel di Bekasi yang telah dibuatnya, sebelum resepsi digelar.

Demikianlah informasi tentang sejarah, isi, serta implementasi RSVP. Semoga artikel ini berguna, ya!