Sesajen Pada Mobil di Bali

Tujuan Penting Keberadaan Sesajen Pada Mobil di Bali


Patung dan sesajen merupakan hal yang sudah umum Anda temukan saat berwisata di Bali. Tidak hanya ada pada tempat beribadah saja, keberadaan 2 hal tersebut juga bisa Anda temukan di tempat tinggal dan banyak hotel di Bali. Bahkan mungkin, hotel tempat Anda menginap juga memilikinya?

Namun, selain berada di lokasi yang tetap atau tidak bergerak seperti beberapa tempat yang telah disebutkan di atas, sesajen ternyata juga ditempatkan pada benda bergerak, contohnya adalah mobil. Ya, saat Anda pergi ke Bali dan menggunakan jasa penyewaan mobil, Anda pasti akan menemukan adanya sesajen yang dipasang pada bagian dashboard mobil. Ukuran, bentuk, dan isi dari sesajen yang ada pada mobil ini bisa beragam. Tidak hanya itu, terkadang ada juga yang memasang hiasan terbuat dari janur pada bagian depan mobil.

Pada saat Anda melihatnya, mungkin Anda penasaran untuk apa sebenarnya hiasan janur dan sesajen yang ada pada mobil tersebut?

Bali merupakan salah satu wilayah di Indonesia dengan mayoritas penduduknya beragama Hindu, dan sesajen merupakan alat yang digunakan untuk ritual saat berdoa. Baik sesajen yang ada pada tempat ibadah, rumah, penginapan, termasuk juga mobil memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai persembahan pada Dewa dan Dewi di Bali agar mengabulkan doa mereka. Tidak hanya itu, masyarakat di Bali juga percaya bahwa dengan memberikan sesajen, maka Dewa dan Dewi di Bali akan melindungi mereka dari kesialan sehingga mereka akan mendapatkan keberuntungan dan kesejahteraan dalam hidup.

Sesajen yang berada di mobil umumnya berukuran tidak terlalu besar agar tidak menghalangi pandangan. Pemilik mobil akan melakukan ritual berdoa dengan sesajen tersebut sebelum memulai perjalanannya agar mendapatkan perlindungan dan keselamatan selama dalam perjalanan. Begitu juga fungsi hiasan janur yang dipasang pada bagian depan mobil ataupun kaca spion kanan dan kiri mobil, yaitu sebagai perlengkapan untuk melaksanakan ritual berdoa.

Masyarakat Bali sudah terbiasa melakukan hal tersebut sehingga hampir tidak pernah melewatkannya. Untuk sesajennya sendiri umumnya mereka mengisinya dengan bunga, air, dan buah-buahan yang diganti secara berkala, umumnya sekitar 6 bulan sekali. Namun, air yang digunakan dalam sesajen ini tidak boleh sembarangan karena harus berasal dari pura yang besar.

Keberadaan sesajen dan janur di Bali ternyata menjadi sesuatu yang dianggap unik oleh para wisatawan yang datang, baik domestik maupun mancanegara. Itulah sebabnya, tidak ada yang pernah mempermasalahkan hal tersebut dan justru membuat mereka penasaran dan tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai ritual ini.