Cantiknya Mahkota Bulang Emas

Ternyata Ini Makna di Balik Cantiknya Mahkota Bulang Emas


Setiap daerah di Indonesia memiliki adat yang berbeda saat menggelar sebuah pernikahan. Tidak hanya dalam hal ritualnya saja, tetapi juga pakaian adat dan tentu saja aksesoris yang digunakan. Salah satunya yaitu aksesoris yang banyak digunakan oleh mempelai wanita agar terlihat semakin cantik, yaitu mahkota emas.

Ketika berbicara tentang mahkota emas yang digunakan pada mempelai wanita, banyak orang yang langsung teringat dengan adat Sumatera. Wajar saja, meskipun adat daerah lain seperti sunda juga menggunakan mahkota, tetapi ukuran mahkota pada adat Sumatera berukuran cukup besar sehingga langsung menarik perhatian. Namun, tahukah Anda bahwa ternyata dibalik keindahan dan cantiknya mahkota tersebut, ada makna menarik di baliknya?

Sebenarnya, mahkota yang digunakan pada adat Sumatera ada banyak jenisnya. Namun saat ini, kita akan membahas mahkota bernama bulang emas yang digunakan pada adat Mandailing, Tapanuli, Sumatera Utara.

Bulang merupakan mahkota dengan bentuk menyerupai tanduk kerbau dan terbuat dari emas. Itulah sebabnya mahkota ini terkadang juga disebut bulang emas. Tingkatan tanduk yang ada pada mahkota ini menggambarkan jumlah dan juga jenis hewan yang disembelih dalam upacara adat saat menikah.

Saat ini, ada 3 jenis bulang yang umum digunakan dalam pernikahan adat Mandailing di mana pun berada, bahkan jika Anda menggelar resepsi pernikahan di hotel di Jakarta yang jauh dari lokasi asal muasal mahkota ini berada, yaitu bulang tingkat 3 (bulang  barbo yang artinya kerbau), tingkat 2 (bulang bambeng yang artinya kambing), dan tidak bertingkat sama sekali.

Makna dari mahkota ini sendiri yaitu lambang dari harapan kepada kedua mempelai agar mampu menjalani masa sulit.  Tidak hanya itu, banyak juga yang menganggap bahwa bulang tersebut sebagai simbol besar dan beratnya tanggung jawab yang harus ditanggung oleh seorang istri terhadap suami setelah menikah.

Dulu bulang emas terbuat dari emas murni dan beratnya mencapai sekitar 8 kilogram. Saat ini, bulang emas sudah mendapatkan modifikasi agar tidak terlalu berat. Caranya yaitu dengan menggunakan emas sepuhan pada logam yang lebih ringan, dengan begitu tidak akan terlalu memberatkan mempelai yang menggunakan. Namun, bukan berarti mahkota ini menjadi ringan, karena mahkota ini umumnya tetap memiliki bobot yang cukup lumayan yaitu sekitar 4 sampai 5 kilogram. Jadi, jika Anda berencana menikah dengan adat Mandailing dan mengenakan mahkota ini, persiapkan diri Anda terlebih dahulu, ya!