Penyajian Makanan pada Pernikahan

3 Cara Penyajian Makanan pada Resepsi Pernikahan


Katering atau hidangan merupakan satu dari sejumlah hal penting dari sebuah resepsi pernikahan. Pasalnya, menu makanan serta cita rasanya akan meninggalkan impresi langsung pada setiap tamu yang mencicipinya. Tak ayal, setiap calon pengantin akan melakukan riset dan pengujian makanan secara mendalam untuk mendapatkan vendor katering terbaiknya.

Usai memilih vendor katering dan menu makanan, Anda dan pasangan dapat memilih satu dari tiga cara penyajian makanan berikut untuk resepsi di tempat wedding Bekasi yang sudah Anda pilih.
 

1. Buffet

Buffet atau prasmanan merupakan metode penyajian santapan yang paling sering digunakan oleh pasangan pengantin di Indonesia. Pasalnya, cara jamuan seperti ini membebaskan tamu untuk memilih dan mengambil sendiri hidangan yang ia inginkan. Dengan begitu, semua undangan dapat mencicipi makanan sesuai selera dan porsinya. Secara finansial, opsi ini merupakan pilihan paling ekonomis karena buffet tidak memerlukan banyak staf.

Sayangnya, metode prasmanan cukup berisiko bila digunakan di era new normal seperti sekarang. Alasannya adalah prasmanan bisa membuat kerumunan atau antrean tamu yang cukup panjang. Selain itu, buffet juga memungkinkan hadirnya media perpindahan virus COVID-19 (dari sendok untuk mengambil makanan).
 

2. Family Style

Mengutip laman Groovin Gourments, family style atau gaya kekeluargaan memberikan kesan sedikit lebih formal dibandingkan dengan buffet. Sebab, penyajian makanan ini dilakukan seperti ketika Anda makan di restoran: pramusaji akan membawakan hidangan ke meja tamu, mengizinkan setiap orang di meja tersebut untuk mengambil bagiannya, lalu mengantarkan kembali makanan tersebut bila sudah habis.

Nilai lebih family style adalah perasaan kekeluargaan yang lebih terasa. Sebab, tiap meja tamu pasti diisi oleh orang-orang yang saling mengenal. Secara finansial, cara jamuan ini cenderung lebih mahal dibandingkan dengan buffet. Sebab, Anda akan membutuhkan banyak staf serta pramusaji untuk melayani tamu di setiap meja.

Meski begitu, opsi penjamuan ini merupakan pilihan yang cukup aman di era new normal. Mengingat makanan akan diantarkan langsung ke setiap meja, tumpukan atau antrean tamu tidak akan terjadi. Penyesuaian yang perlu Anda lakukan adalah memberikan jarak antara kursi di setiap meja makan serta menyediakan alat makan personal yang lengkap untuk tiap tamu.
 

3. Plated Meal

Plated meal memiliki cara penyajian yang hampir serupa dengan family style. Pasalnya, cara jamuan ini juga dilakukan dengan cara pengantaran langsung makanan oleh pramusaji ke meja setiap tamu. Perbedaan antara keduanya terletak pada penataan makanannya: family style dalam porsi besar, sedangkan plated meal dalam porsi per orang.

Plated meal biasanya diterapkan dengan memberikan dua pilihan menu makanan utama pada tiap tamu atau menyajikan dua macam menu makanan utama yang sama untuk semua tamu. Sajian plated meal juga dilengkapi dengan makanan pembuka dan makanan penutup. Variasi makanan lengkap dan serupa untuk semua tamu ini tentu membutuhkan tenaga dan bahan baku yang lebih masif. Tak ayal, cara jamuan ini merupakan opsi paling mahal di antara ketiganya.

Walau demikian, mayoritas ahli kesehatan menyarankan penyelenggara pesta pernikahan untuk menyajikan santapan resepsi dengan opsi ini. Pasalnya, kemungkinan kontaminasi virus pada opsi ini akan sangat kecil. Dengan begitu, resepsi Anda terjamin aman dan nyaman.
 

Demikianlah ulasan tentang 3 cara penyajian makanan pada resepsi pernikahan. Semoga informasi di atas dapat membantu Anda dan pasangan dalam memilih cara penjamuan di acara Anda kelak, ya. Jangan lupa pula untuk menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan saran Kemenkes RI seperti menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan di resepsi Anda.