Mamalia Unik Lambang Kota Samarinda

Pesut – Mamalia Unik Lambang Kota Samarinda!

Mamalia-Unik-Lambang-Kota-Samarinda.jpgSource: Unsplash
 
Apakah Anda pernah mendengar binatang pesut? Bagi yang tinggal di kota Samarinda atau sekitar daerah Kalimantan, mungkin sudah tidak asing lagi dengan binatang satu ini? Ya, pesut menjadi lambang dari kota Samarinda, Kalimantan Timur. Dua ekor pesut yang saling berhadap-hadapan melambangkan kerjasama serta koordinasi yang baik antara legislatif dan eksekutif dalam melaksanakan pembangunan kota Samarinda.

Bahkan, binatang ini dijadikan sebagai monumen yang ditaruh di dekat kantor Gubernur Kalimantan Timur. Lantas, binatang apakah sebenarnya pesut ini? Dan mengapa bisa menjadi lambang kota Samarinda? Simak faktanya berikut ini:

1. Pesut merupakan salah satu mamalia yang keberadaannya sudah mulai menipis dan hanya hidup di beberapa daerah di dunia, termasuk kota Samarinda, Kalimantan Timur. Dulunya, mamalia ini kerap berenang di bantaran Sungai Mahakam karena itulah menjadi lambang kota Samarinda.

2. Lumba-lumba air tawar ini berdarah panas, bernapas dengan paru-paru, melahirkan, serta menghasilkan susu. Biasanya, mamalia ini bernapas dengan cara menghirup udara dan naik ke bagian permukaan air. Pesut sendiri tidak termasuk dalam kategori ikan karena mamalia ini hidup menggunakan paru-paru. Seperti diketahui, semua makhluk hidup yang memakai paru-paru sebagai alat bantu pernapasan maka disebut mamalia.

3. Dalam bahasa Inggris, mamalia satu ini dinamakan "Irrawaddy Dolphin". Nama ini berasal dari sebuah sungai yang ada di Myanmar dan menjadi tempat hidup mamalia unik ini.

4. Mamalia ini berkerabat dekat dengan spesies paus pembunuh atau dikenal dengan Orca dan saudara kembar lumba-lumba. Tapi, sampai saat ini, belum diketahui jika mamalia satu ini juga memangsa hewan air lainnya.

5. Saat mencari makan, mamalia ini memanfaatkan bio sonar atau ekolokasi dan acap mencari makan saat malam hari. Sama halnya dengan lumba-lumba, binatang ini juga mengeluarkan bunyi dan mendengarkan pantulan bunyi dari pantulan objek yang ada di sekitar mereka.

6. Jumlah pesut yang tersisa di Sungai Mahakam adalah sekitar 60 – 80 ekor sehingga keberadaannya sangat dilindungi. Jika hewan ini diburu, maka pemburunya akan dikenai sanksi yang berat ataupun bisa dipenjara.

7. Selain di Sungai Mahakam, hewan ini juga bisa ditemukan di Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Itu dia fakta singkat mengenai hewan pesut. Untuk Anda yang tertarik ingin melihat keunikan hewan ini, maka langsung datangi kota Samarinda dan jangan lupa menginap di hotel di Samarinda.