Pernikahan di Era New Normal

Wajib Tahu: Tata Cara Penyelenggaraan Pernikahan di Era New Normal


Bagi Anda yang hendak melangsungkan pernikahan di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang, ada banyak hal yang harus Anda sesuaikan. Pasalnya, beban pikiran Anda tak hanya sebatas penentuan tempat wedding Surabaya saja atau bahkan sebatas pemilihan vendor WO; kini Anda pun harus mempersiapkan protokol kesehatan selama akad maupun resepsi. Tentunya, sebagai calon pengantin, Anda menginginkan keselamatan diri serta para tamu undangan. Dengan demikian, memastikan acara Anda sudah sesuai dengan imbauan yang diberikan pemerintah menjadi tanggung jawab Anda.

Menurut Surat Edaran dari Kementerian Agama, pelaksanaan akad nikah masih bisa berlangsung setiap hari, namun dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan dan semaksimal mungkin mengurangi kontak fisik dengan petugas KUA Kecamatan. Beberapa penyesuaian baru yang disebutkan dalam edaran tersebut adalah:
 

1. Pelaksanaan akad nikah dapat diselenggarakan di KUA atau di luar KUA.
 

2. Peserta prosesi akad nikah yang dilaksanakan di KUA atau di rumah diikuti sebanyak-banyaknya 10 (sepuluh) orang.
 

3. Peserta prosesi akad nikah yang dilaksanakan di Masjid atau gedung pertemuan diikuti sebanyak-banyaknya 20% dari kapasitas ruangan dan tidak boleh lebih dari 30 (tiga puluh) orang.
 

4. KUA Kecamatan wajib mengatur hal-hal yang berhubungan dengan petugas, pihak Catin, waktu dan tempat agar pelaksanaan akad nikah dan protokol kesehatan dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.
 

Dengan demikian, prosesi akad nikah masih bisa berlangsung dan dihadiri oleh keluarga atau kerabat, selama masih sesuai dengan protokol yang ditetapkan. Lantas, bagaimana dengan resepsi?

Pada dasarnya, selama fase New Normal, resepsi pernikahan juga boleh dilaksanakan dengan memerhatikan peraturan yang berlaku. Pembatasan jumlah tamu, pengaturan flow acara, hingga penyediaan hand sanitizer serta tempat cuci tangan merupakan hal yang wajib diikuti oleh para calon pengantin yang hendak menyelenggarakan resepsi pernikahan di tengah pandemi seperti sekarang.

Beberapa hal yang harus diperhatikan di antaranya:
 

  • Pembatasan jumlah tamu. Jika hendak menyelenggarakan resepsi di gedung, jumlah peserta undangan setidaknya hanya 30% dari kapasitas gedung. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kerumunan di tengah acara dan juga mempermudah para tamu untuk menerapkan social distancing.
     

  • Pengecekan suhu tubuh. Sebelum memasuki area gedung, petugas yang berjaga di lobi akan memberlakukan pengecekan suhu tubuh terlebih dahulu. Dengan demikian, tamu undangan yang hadir setidaknya dinyatakan sehat dan tidak dalam keadaan demam.
     

  • Desinfektan seluruh ruang acara. Sebelum dan sesudah acara resepsi, seluruh ruang acara dan juga permukaan yang sering disentuh, akan dibersihkan dengan desinfektan.
     

  • Penyediaan hand sanitizer dan area cuci tangan. Pihak penyelenggara acara dapat bekerja sama dengan pihak gedung untuk menyediakan area cuci tangan (lengkap dengan sabun dan air mengalir) yang ditempatkan di beberapa spot. Tak hanya itu, hand sanitizer serta tisu basah juga bisa disediakan di meja tamu.
     

  • Wajib mengenakan masker atau face shield, serta sarung tangan. Untuk mengurangi risiko terpapar virus, baik pengantin, petugas acara, hingga tamu undangan, diwajibkan untuk mengenakan masker, face shield, serta sarung tangan.
     

  • Penyediaan video streaming selama prosesi. Terakhir, penyediaan video streaming sejak awal hingga akhir prosesi juga bisa dilakukan. Dengan demikian, anggota keluarga atau kerabat yang memutuskan untuk tidak hadir selama acara tetap dapat berpartisipasi dalam prosesi pernikahan.
     

Penyelenggaraan resepsi pernikahan selama pandemi memang membutuhkan effort yang cukup besar karena Anda harus mematuhi protokol yang berlaku. Demi kesehatan dan keamanan semua pihak, semua hal tersebut harus dilakukan. Semoga bermanfaat!