Tempura Kuliner Populer Jepang

Tempura, Kuliner Populer Jepang yang Ternyata Berasal dari Portugis


Tempura merupakan kuliner yang cukup populer di ibukota. Sangat mudah sekali menemukan tempura di Jakarta, sebab mulai dari restoran di pusat perbelanjaan hingga hotel di Jakarta menyediakan menu ini. Hal ini tidak mengherankan, pasalnya gorengan yang memiliki cita rasa gurih dan renyah saat dikonsumsi ini memang nikmat untuk dimakan langsung atau bersama udon.

Mengingat tempura seringkali dijual pada franchise makanan Jepang, banyak yang menyangka bahwa kuliner ini berasal dari Negeri Matahari Terbit. Namun demikian, tahukah kamu bahwa kuliner ini justru berasal dari Portugis?

Ya, tempura pertama kali diperkenalkan oleh bangsa Portugis pada abad ke-16. Menurut catatan yang dilansir dari BBC, selama di Jepang, bangsa Portugis terbiasa mengkonsumsi kacang panjang goreng tepung (yang disebut peixinhos da horta). Cara menggoreng dengan mencelup makanan ke dalam adonan tepung ini lantas populer di Jepang dan masyarakat setempat menyebutnya sebagai tempura. Kata ‘tempura’ sendiri memiliki definisi yang berbeda-beda. Ada yang menyatakan bahwa ‘tempura’ berasal dari bahasa Portugis yakni ‘temporas’ (masa suci) dan juga ‘tempero’ (bumbu dapur).

Di Jepang, popularitas tempura bermula pada zaman Edo. Pada masa ini, tempura banyak dijajakan oleh pedagang kaki lima dengan harga sangat terjangkau. Bahan makanan yang digoreng di antaranya adalah sayuran, ubi jalar, dan juga udang. Seiring berjalannya waktu, popularitas tempura ini terus berkembang hingga ke wilayah Tokyo dan Kyoto. Tempura pun mulai ‘naik kelas’ dan tak hanya dijajakan oleh pedagang kaki lima, melainkan dijual di restoran mahal dan digoreng dengan minyak wijen serta minyak biji kapas.

Hampir semua jenis makanan bisa diolah menjadi tempura. Yang membedakan hanya suhu minyak untuk menggorengnya. Suhu minyak yang digunakan untuk menggoreng sayur tentu berbeda dengan minyak untuk menggoreng udang, cumi, atau bahkan daging. Sebelum digoreng, bahan makanan ini akan dicelup dulu dalam adonan koromo atau baju, yang terbuat dari tepung terigu, telur ayam, dan air dingin.

Untuk penyajiannya, tempura biasa disajikan dengan saus yang disebut tentsuyu bersama parutan lobak dan jahe untuk menambah rasa. Tentsuyu sendiri merupakan saus yang terbuat dari campuran katsuobushi, air, mirin, dan kecap asin. Setelahnya, tempura bisa dimakan langsung, atau dijadikan lauk untuk soba, udon, atau donburi.