Rayakan Micro Wedding di Masa Pandemi

Tips Rayakan Micro Wedding di Masa Pandemi


Pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung sejak bulan Maret silam membuat ratusan—atau bahkan ribuan—pasangan memutuskan untuk menunda pernikahan mereka ke tahun depan. Penyesuaian ini dapat terlaksana tentunya setelah kedua mempelai mempertimbangkan banyak hal, mulai dari konsep pesta hingga kehadiran tamu. Sayang, ujung masa wabah yang kian mengabur membuat beberapa pasangan kembali berubah pikiran dan memutuskan untuk tetap merayakan hari bahagianya dengan konsep micro wedding. Apa itu micro wedding dan apa saja tips pelaksanaannya?

Dilansir dari laman The Knot, micro wedding merupakan pelaksanaan pernikahan kecil-kecilan yang hanya dihadiri maksimal 50 orang tamu dan anggota keluarga mempelai. Jumlah tamu minimalis ini adalah solusi untuk tetap bisa melaksanakan pernikahan tanpa mengabaikan ketentuan physical distancing. Berikut adalah beberapa tips terkait micro wedding yang bisa Anda terapkan untuk pernikahan Anda nanti:
 

  • Atur ulang daftar tamu undangan

Konsep micro wedding perlu dilaksanakan dengan jumlah tamu yang terbatas. Untuk itu, bila sebelumnya Anda sudah membuat daftar nama ratusan orang sebagai tamu Anda, saatnya merombak daftar ini. Anda bisa memulainya dari keluarga inti Anda dan pasangan, teman dekat Anda maupun pasangan, baru menuliskan nama-nama keluarga besar ataupun teman lain yang ingin Anda undang. Setelah itu, Anda bisa merencanakan siaran langsung (live stream) pada akun pribadi Anda di media sosial supaya teman, kolega, dan kerabat lain dapat menyaksikan pernikahan Anda dari jauh.
 

  • Tetap hadirkan rencana awal

Apakah rencana micro wedding Anda di tahun ini akan dilanjut dengan resepsi besar di tahun depan? Jika ya, Anda tetap bisa menggunakan ide atau hal-hal krusial yang Anda inginkan sesuai dengan rencana awal pernikahan Anda, ya. Terlepas dari jumlah tamu yang berkurang drastis, micro wedding ini tetaplah pesta pernikahan Anda. Oleh sebab itu, menghadirkan satu atau dua hal yang paling penting menurut Anda bukanlah keputusan yang salah.

Yang perlu diingat tentang poin ini adalah kemungkinan pengaplikasiannya. Misalkan Anda ingin memakai dress atau kebaya yang sudah dipersiapkan untuk proses pengikatan janji pernikahan Anda maupun menyisipkan sesi speech dari sahabat atau saudara kandung; tentu tidak ada masalah berat untuk tetap menghadirkan dua hal ini di micro wedding Anda, kan?
 

  • Tata kursi sesuai aturan physical distancing

Biarpun jumlah tamu Anda tak lebih dari 50 orang, ketentuan physical distancing tetaplah patut ditegakkan. Salah satu pengimplementasiannya adalah pada penataan kursi tamu. Hendaknya Anda meminta petugas hotel di Samarinda, selaku venue acara Anda, untuk memberikan jarak setengah atau satu meter di antara kursi-kursi tamu. Dengan begitu, aturan jaga jarak tetap terpenuhi.

Selain memisahkan kursi-kursi, penting pula bagi Anda dan pasangan untuk memakai masker dan menghindari kontak fisik dengan tamu—meskipun keluarga sendiri. Jangan lupa juga untuk meminta semua undangan memakai masker dan membawa hand sanitizer pribadi. Jika memungkinkan, Anda bisa juga meletakkan hand sanitizer di dekat meja tamu atau menghadiahkannya sebagai souvenir.

Itulah dia 3 tips yang dapat Anda terapkan untuk kelangsungan micro wedding Anda. Jangan lupa untuk sering-sering berdiskusi dengan wedding organizer demi mengatasi perubahan yang mungkin akan terus terjadi setiap hari hingga hari pesta Anda terlaksana. Semoga informasi di atas bermanfaat, ya.