Wisata Saat Masih Pandemi

Amankah Wisata Saat Masih Pandemi Seperti Ini?

 

Duh, bosen nih! Kangen wisata deh!

Sejak COVID-19 mulai masuk ke Indonesia pada bulan Maret 2020 lalu dan jumlah penderitanya terus bertambah, kampanya #StayAtHome atau #DiRumahAja memang terus disebarkan. Akibatnya, banyak orang yang terbiasa berwisata setidaknya sebulan sekali harus menahan diri.

Sejak diberlakukannya PSBB transisi atau memasuki masa new normal pada bulan Juni 2020 lalu, industri pariwisata sudah mulai dibuka. Tidak hanya tempat wisata saja, tetapi juga restoran yang mulai diizinkan membuka dine in atau makan di tempat, dan pembukaan hotel di Jakarta untuk umum. Tentunya pengelolanya wajib untuk menaati peraturan yang telah ditetapkan seputar protokol kesehatan selama pandemi.

Meskipun begitu, banyak orang yang masih merasa ragu. Amankah pergi  berwisata di masa pandemi seperti ini?

Sebenarnya pergi berwisata di masa pandemi boleh saja dilakukan. Namun Anda memang harus sangat berhati-hati. Sebab, tempat wisata terutama yang ramai dipadati oleh pengunjung merupakan tempat yang paling berisiko menjadi klaster COVID-19. Pastinya Anda tidak mau kan pulang wisata kemudian positif COVID-19?

Dalam situs resminya, cdc memberikan beberapa hal penting yang harus diperhatikan sebelum melakukan wisata dalam kondisi pandemi seperti ini, yaitu:

  1. Apakah lokasi yang dituju termasuk zona merah pandemi?

  2. Apa Anda tinggal dengan seseorang yang rentan tertular virus?

  3. Apa Anda termasuk orang dengan kondisi rentan tertular virus?

  4. Apa lokasi yang dituju memiliki aturan untuk pendatang? Seperti harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari setelah datang?

Jika dari semua pertanyaan tersebut jawabannya adalah iya, maka ada baiknya jika Anda mengurungkan niat untuk melakukan wisata. Sebab, risiko yang harus ditanggung setelahnya tidak akan sebanding dengan kegiatan wisata Anda.

Namun jika jawabannya adalah tidak, maka tidak masalah Anda tetap pergi berwisata selama mematuhi protokol kesehatan. Ada baiknya juga jika Anda menghindari tempat wisata yang terlalu ramai agar tetap bisa menerapkan physical distancing. Selain itu, lebih baik jika Anda melakukan tes swab mandiri terlebih dahulu sebelum berwisata. Jika Anda tidak mau tertular COVID-19 dari orang lain, tentunya Anda juga tidak boleh menjadi sumber pembawa virus dan kemudian menularkannya pada orang lain.

Jika Anda masih merasa ragu untuk berwisata tetapi sudah sangat bosan di rumah, Anda bisa kok menyegarkan pikiran dengan melakukan staycation di hotel yang ada di dekat tempat tinggal Anda. Misalnya dengan menginap satu atau beberapa malam di Harris Hotel yang ada di sekitar Anda. Harris Hotel merupakan salah satu hotel yang tergabung dalam grup Tauzia Hotel, dan semua hotel dalam grup ini menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Jadi Anda bisa tenang saat berada di hotel ini.