Adjoining Room dan Connecting Room

Adjoining Room dan Connecting Room, Apa Bedanya?

Apa yang paling Anda perhatikan pada saat menentukan hotel yang akan di-booking pada saat berencana untuk wisata dengan keluarga? Apakah harga, lokasi, bentuk kamar, atau fasilitas? Yap, semua hal tersebut memang sangat penting untuk diperhatikan terutama jika Anda akan menginap selama beberapa malam. Sebab, jika Anda memilih kamar yang salah, akan membuat Anda menyesal tetapi serba salah karena tidak bisa membatalkannya.

Namun, ada satu hal yang tidak kalah penting dari berbagai hal di atas, yaitu jenis kamar. Jenis kamar yang dimaksud yaitu apakah kamar yang dipilih adalah kamar biasa, adjoining room, atau connecting room. Kamar biasa artinya kamar ini berdiri sendiri tanpa adanya penghubung dengan kamar lainnya, seperti pada adjoining room atau connecting room. Sementara 2 jenis lainnya, yaitu kamar yang saling berhubungan satu sama lain.

Meskipun adjoining room dan connecting room sama-sama 2 kamar yang saling terhubung, tetapi keduanya memiliki perbedaan, yaitu pada bagian penghubungnya. Pada adjoining room, penghubungnya tidak dibatasi oleh apapun termasuk pintu. Jadi penghuni kamar yang saling berhubungan bisa dengan bebas berpindah kamar sesuka hatinya. Itulah sebabnya, adjoining room lebih banyak disukai oleh tamu yang berwisata dengan teman-temannya. Sebab biasanya, mereka suka berkumpul sepuasnya dan tidak begitu menyukai adanya penyekat berupa pintu yang terasa seperti batasan.

Sementara connecting room adalah 2 kamar yang saling terhubung tetapi masih dibatasi oleh pintu. Hanya saja, pintu tetap berada di bagian dalam kamar sehingga untuk mengunjungi kamar lainnya Anda tidak perlu keluar kamar. Kamar jenis ini sangat sesuai untuk keluarga yang memiliki anak berusia remaja yang mulai merasa kurang nyaman jika tidur dalam satu kamar yang sama dengan orangtuanya.

Mengapa demikian? Sebab, dengan adanya sekat maka anak Anda yang berusia remaja tetap bisa berada dalam pengawasan Anda tetapi masing-masing dari Anda dan anak tetap memiliki privasi. Anak tetap memiliki kamarnya sendiri dan juga Anda bisa tetap menikmati waktu romantis bersama pasangan.

Untuk menjaga privasi masing-masing, pintu sekat ini dilengkapi dengan kunci yang biasanya berada di sisi kamar orangtua. Namun ada baiknya jika Anda selalu mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke kamar anak untuk menghargai privasinya.

Namun, belum semua hotel memiliki kamar jenis adjoining ataupun connecting. Jika Anda memang ingin menginap di kamar seperti ini, ada baiknya jika menanyakannya langsung pada pihak hotel sebelum melakukan booking. Semoga bermanfaat!