Jembatan Barelang

Jembatan Barelang: Landmark Kota Batam yang Wajib Disinggahi



Pulau Batam terkenal sebagai pusat perdagangan dan daerah industri—khususnya barang-barang produksi pabrik. Kontur tanah yang kurang subur dan cuaca yang sering berubah merupakan dua dari segelintir alasan mengapa perputaran ekonomi di pulau ini dipusatkan pada perdagangan dan produksi bahan baku maupun barang jadi dalam kawasan industri. Untuk menyokong konsep ini, bahkan, pemerintah Indonesia membebaskan segala macam bea pajak di Kota Batam. Letak geografisnya yang sangat dekat dengan Singapura membuat harga barang-barang impor di Batam jauh lebih murah dibandingkan dengan kota-kota besar lain di Indonesia.

Meski begitu, berkunjung ke kota ini tentu tidak hanya dapat dihabiskan dengan berbelanja semata. Mencicipi aneka kuliner khas, mendatangi tempat-tempat bersejarah dan penting, maupun menyambangi objek wisata di kepulauan ini bisa juga dilakukan oleh wisatawan. Semua bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan masing-masing orang. Akan tetapi, sudah berkunjung ke Batam namun belum melihat langsung landmark kotanya adalah hal yang patut disayangkan.

Jembatan Barelang
Jembatan Barelang sebetulnya merupakan satu dari enam rangkai jembatan yang membentang sepanjang Pulau Batam dan pulau-pulau di sekitarnya, seperti Pulau Tonton, Pulau Nipah, dan Pulau Galang Baru. Barelang sendiri merupakan abreviasi dari Batam, Rempang, dan Galang—daerah-daerah yang disambungkan oleh jalan penghubung ini. Jembatan ini memiliki panjang 642 meter dan desain seperti Golden Gate di San Francisco, Amerika Serikat. Lima jembatan lain yang menjadi rangkaian penyambung jembatan ini adalah Jembatan Nara Singa, Jembatan Raja Ali Haji, Jembatan Sultan Zainal Abidin, Jembatan Tuanku Tambusai, dan Jembatan Raja Kecik. Bersama Jembatan Barelang, rangkaian enam jembatan ini membentang sepanjang 54 km.

Jembatan Barelang diprakarsai oleh Presiden BJ Habibie dengan melibatkan ratusan insinyur dalam negeri dan dikerjakan mulai tahun 1992 sampai 1998. Selain dijadikan spot berfoto oleh turis maupun warga setempat, jembatan ini juga kerap menjadi titik mencari sunrise oleh para penggemar dunia fotografi. Di pagi hari, sering terlihat orang berkumpul di sisi barat jembatan menunggu kehadiran sinar mentari. Tidak jarang pula warga setempat memancing di sekitar jembatan ini. Taman kota, beragam tempat makan, hotel HARRIS, hingga pusat perbelanjaan terletak tak jauh dari ikon Kota Batam ini. Jadi, menyambangi jembatan ini bisa sekaligus membawa kamu mengunjungi sejumlah destinasi di Kota Batam.

Jangan sampai melewatkan landmark Kota Batam yang satu ini, ya!