4 Makanan Khas Jawa yang Sudah Mendunia

4 Makanan Khas Jawa yang Sudah Mendunia

Jawa adalah pulau dengan populasi manusia terbanyak di Indonesia. Kemajemukan yang ada membuat Jawa memiliki berbagai makanan-makanan yang khas. Pamor kelezatan makanan dari Jawa pun tidak hanya diakui oleh orang domestik, melainkan juga orang dari mancanegara.
 
Sebenarnya apa yang membuat makanan di Jawa begitu beragam? Sejarah menyebutkan Jawa pernah didominasi oleh kerajaan Hindu dan Buddha sebelum Islam masuk. Adapun etnis Jawa mayoritas menghuni bagian tengah dan timur, lalu di bagian barat ada suku Betawi dan Sunda.
 
Banyaknya suku yang ada di Jawa, lalu dengan pengaruh sejarah panjang yang ada membuat tradisi kuliner di pulau ini menjadi sangat kaya. Tidak hanya beragam, tapi kelezatan makanan Jawa juga terkenal sampai mancanegara.

 

1.  Gado-gado


Makanan yang didominasi sayur-mayur ini terkenal di lidah orang luar negeri karena kemiripannya dengan salad mereka. Gado-gado berasal dari daerah Jawa Barat yang memang terkenal dengan aneka makanan dari sayuran.
 
Gado-gado biasanya berisikan dengan tahu, bayam, toge, telur ayam rebus, kentang, lalu dicampur dengan sambal kacang dan gula merah.  Gado-gado juga memiliki “saudara kembar” yaitu karedok. Bedanya, sayur-mayur di karedok sengaja dibuat mentah, sementara gado-gado hanya menggunakan sayuran matang.

 

2.  Rawon


Rawon adalah sop daging sapi berkuah hitam yang kental. Warna hitam dari rawon didapat dari bahan alami yakni kacang kluwek, yang memang digunakan sebagai bumbu utama agar menciptakan rasa gurih dari kuah rawon.
 
Daging di rawon dipotong kecil-kecil dan bagian utama yang biasa digunakan adalah sandung lamur. Sementara itu, kuahnya dibuat oleh rempah-rempah khas Indonesia seperti bawang merah, bawang putih, lengkuas, ketumbar, kemiri, dan lain-lain
 
Rawon biasa disajikan selagi panas dengan nasi hangat, lalu dilengkapi oleh toge berekor pendek. Lauk tambahan pada rawon biasanya adalah telur asin, kerupuk udang, empal, hingga sambal tambahan untuk menambah pedas.

 

3.  Gudeg


Gudeg berasal dari Yogyakarta dan dibuat dari rebusan nangka muda dengan gula kelapa serta santan. Gudeg sudah sangat melekat dengan Kota Pelajar karena memiliki cita rasa manis di lidah dan cocok dengan selera masyarakat Jawa.
 
Penyajian gudeg sendiri adalah dengan nasi putih panas, potongan ayam, telur rebus, tahu atau tempe bacem. Gudeg juga biasanya akan dibarengi dengan rebusan kulit sapi segar atau yang dikenal sebagai sambal krecek.
 
Ada dua jenis gudeg yang terkenal di masyarakat luas yaitu gudeg basah dan gudeg kering. Gudeg basah karena memiliki santan yang banyak, sementara gudeg kering sebaliknya. Walaupun secara umum gudeg itu manis, terdapat gudeg-gudeg yang berasal dari Jawa Timur dan bercita rasa lebih pedas.

 

4.  Rujak


Kamu pasti sudah sering mendengar makanan satu ini. Ya, rujak adalah makanan yang sangat populer di masyarakat luas. Sensasi segar itulah yang membuat banyak orang Indonesia maupun luar negeri ketagihan makanan satu ini. Rujak sendiri biasanya dihidangkan sebagai makanan penutup atau dessert.
 
Rujak menggunakan irisan beberapa buah yang masih muda seperti jambu air, kedondong, mangga, bengkoang, pepaya, nanas, dan lain-lain. Setelah itu diberi sambal manis dari gula merah, kacang tanah, cabai, dan garam. Penggunaan buah yang masih belum begitu matang juga ada alasannya. Kondisi seperti itu membuat buah memiliki aroma yang lebih tajam dan tekstur lebih crispy.


Penasaran dengan masing-masing makanan khas Jawa tersebut dan ingin mencobanya langsung di daerah asalnya, tentu saja bisa! Biar lebih seru dan jalan-jalan kamu lebih nyaman, kamu bisa menginap di HARRIS Hotels yang lebih dari sekedar hotel. Kamu bisa menikmati kenyamanan dan ketenangan menginap di HARRIS Hotel dengan berbagai fasilitas yang lengkap dan standar kebersihan yang tinggi.