Tugu Khatulistiwa Pontianak
Mengenal Tugu Khatulistiwa: Ikon Kota Pontianak


Berkunjung ke Kalimantan Barat (Kalbar) kurang lengkap rasanya jika tidak mendatangi Kota Pontianak. Sebagai ibukota Kalimantan Barat, Pontianak memiliki beberapa destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya adalah Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument. Tugu yang berada di Jalan Khatulistiwa, Kecamatan Pontianak Utara, Kalimantan Barat ini memiliki sejarah panjang dan menjadi bukti perhitungan peneliti masa itu.
 
Selain tugu tersebut, Kota Pontianak juga memiliki dua sungai besar yang membelah wilayah tersebut, yaitu Sungai Kapuas dan Sungai Landak. Layaknya Tugu Khatulistiwa, kedua sungai itu juga menjadi destinasi unggulan sekaligus kebanggaan masyarakat Pontianak.

 

Sejarah Dibangunnya Tugu Khatulistiwa


Menurut sejarah, Tugu Khatulistiwa dibangun oleh tim ekspedisi geografi internasional dari Belanda pada tahun 1928. Tugu tersebut didirikan sebagai penanda adanya garis khatulistiwa (garis equator) yang melintasi wilayah itu. Garis inilah yang menjadi pembatas antara Lintang Utara (LU) dan Lintang Selatan (LS). Sebenarnya, ada 12 negara yang dilintasi oleh garis tersebut. Namun, hanya Kota Pontianak yang persis memisahkan antara bumi bagian utara dan bagian selatan.
 
Tugu Khatulistiwa sendiri sudah mengalami beberapa kali pemugaran dan penyempurnaan sejak pertama kali dibangun. Hingga pada tahun 1938, tugu ini disempurnakan lagi oleh arsitek asal Indonesia dengan menggunakan kayu belian (kayu besi khas Kalimantan Barat). Baru pada tahun 1991, Tugu Khatulistiwa diresmikan oleh gubernur Kalimantan Barat saat itu dan menjadi ikon kota Pontianak.
 
Selain jadi penanda garis khatulistiwa, Tugu Khatulistiwa juga menjadi lokasi untuk melihat fenomena kulminasi matahari. Kulminasi matahari merupakan sebuah fenomena alam yang terjadi saat titik matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa. Saat fenomena alam itu terjadi, bayangan dari tugu tersebut akan menghilang sesaat meskipun sedang diterpa sinar matahari. Biasanya, fenomena kulminasi matahari terjadi setiap tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September.
 
Untuk menikmati keagungan tugu bersejarah ini, Anda tidak perlu merogoh kocek yang terlalu dalam. Sebab, harga tiket masuk ke lokasi wisata ini terbilang murah, yaitu Rp2.000 untuk semua wisatawan.

 
 

Berwisata ke Pontianak Lebih Nyaman dengan Menginap di HARRIS Hotels


Menjelajahi Pontianak tidak cukup hanya dilakukan dua atau tiga hari saja, setidaknya dibutuhkan sekitar lima hari untuk menjelajahi kota tersebut. Oleh karena itu, mencari akomodasi yang nyaman dan strategis jadi prioritas penting ketika ingin berkunjung ke sana. Salah satu akomodasi yang bisa menjadi pilihan adalah HARRIS Hotels Pontianak.
 
HARRIS Hotel Pontianak merupakan hotel dengan predikat bintang empat yang nyaman untuk dijadikan tempat menginap. Hotel ini menyediakan fasilitas lengkap yang membuat pengalaman menginap Anda jadi semakin nyaman dan menyenangkan. Beberapa fasilitas yang disediakan di hotel ini, antara lain kasur berukuran twin dan king, sofa daybed, koneksi wifi, TV, telepon, safe deposite box, hingga mini-bar.
 
Selain itu, letaknya yang strategis membuat HARRIS Hotel Pontianak sangat dekat dengan tempat-tempat yang menarik, seperti Tugu Khatulistiwa, Rumah Panjang Dayak, Museum Provinsi Kalimantan Barat, Museum Nasional Pontianak, Taman Sungai Kapuas, Jembatan Kapuas, Istana Kadriyah, Rumah Adat Radakng, Taman Digulis, dan masih banyak lagi.
 
Sementara untuk Anda yang ingin berwisata kuliner, Anda tinggal menyusuri Jalan Gajah Mada yang berada dekat dengan HARRIS Hotel Pontianak. Jalan Gajah Mada sendiri dikenal sebagai “Coffee Streat” karena sepanjang jalan tersebut berjejer berbagai macam warung kopi.
 
Perlu Anda ketahui, HARRIS Hotel Pontianak tidak hanya diperuntukkan untuk tempat menginap saja, tapi juga berbagai kegiatan lainnya, semisal konferensi, meeting, hingga wedding. Pasalnya, HARRIS Hotel Pontianak memiliki area meeting room dan bright ballroom besar yang bisa digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan tersebut.