Prosesi Pernikahan Adat Bali

Beginilah Prosesi Pernikahan Adat Bali Digelar
 

prosesi-pernikahan-adat-bali.pngSource: Unsplash
 

Seluruh pesta pernikahan adat di Indonesia memiliki serangkaian prosesi yang mengandung makna-makna khusus. Di Pulau Dewata, tempat suku Bali berasal, rangkaian pernikahan adat dimulai dengan menentukan hari baik—yakni proses menyepakati hari pernikahan kedua mempelai.

Gelaran kedua yang perlu dilalui ialah ngekeb, yaitu ritual menyucikan diri calon pengantin wanita. Pada prosesi yang biasanya digelar satu hari sebelum pernikahan ini, calon pengantin wanita akan dilulurkan dengan campuran ramuan daun merak, kunyit, bunga kenanga, dan beras yang ditumbuk halus, kemudian dikeramasi dengan air merang. Calon pengantin wanita yang menjalani ritual ini tidak diperbolehkan keluar kamar hingga hari keluarga calon pengantin pria menjemputnya.

Dalam adat Bali, pernikahan tradisional tidak diadakan pada hotel di Bali, melainkan di kediaman pihak laki-laki. Maka dari itu, setelah ritual ngekeb berakhir, pengantin wanita akan dijemput oleh keluarga calon suaminya untuk dibawa ke tempat pelaksanaan pernikahan. Sebagai catatan, pengantin wanita akan dikalungkan kain kuning tipis dari ujung rambut hingga kaki, yang mana merupakan tanda bahwa ia telah siap menjejaki kehidupan baru dengan calon suaminya.

Proses selanjutnya bernama Mungkah Lawang atau Buka Pintu. Pada tahap ini, pengantin pria akan datang ke rumah calon istrinya dengan seorang utusan yang bertugas untuk mengetuk pintu kamar pengantin wanita. Utusan ini akan menembangkan syair tentang kehadiran calon mempelai pria untuk menjemput mempelai wanita. Ketika tembang syair dibalas oleh utusan pihak wanita, pengantin pria dipersilakan untuk masuk ke kamar pengantin wanita lalu menggendongnya menuju tandu, yang akan bergerak menuju kediaman pihak laki-laki.

Setiba di rumah pengantin pria, keduanya akan disambut dalam upacara bernama Mesegehagung. Upacara itu dimulai dengan keduanya mempelai diturunkan dari tandu lalu dibawa ke kamar pengantin. Di sanalah kain kuning yang menyelimuti tubuh pengantin wanita dibuka oleh ibu pengantin pria untuk ditukar dengan uang kepeng satakan senilai 200 kepeng.

Setelahnya, dengan dipandu oleh pendeta Hindu, prosesi mekala-kala dimulai. Upacara ini bertujuan untuk menyucikan kedua mempelai. Adapun tahapan yang dilalui kedua pengantin adalah sebagai berikut:

  • Menyentuhkan kaki pada Kala Sepetan
  • Jual beli
  • Menusuk Tikeh Dadakan
  • Memutuskan benang

Bila telah melewati itu semua, kedua pengantin akan melalui Upacara Mewidhi Widana yang diselenggarakan dalam pura keluarga pihak pria dan dipimpin langsung oleh pemangku sanggah. Pada tahap ini, keduanya memanjatkan doa kepada leluhur atas kehadiran anggota keluarga baru.

Terakhir ialah Upacara Mejauman, yang merupakan upacara permohonan pamit pengantin wanita kepada leluhurnya. Sebab, setelah menikah pengantin wanita akan mengikuti suaminya. Pada prosesi ini, ia ditemani oleh pengantin pria dan keluarga pihak pria dengan membawa sejumlah sesajen.

Seperti itulah kira-kira gambaran prosesi pernikahan adat Bali. Meski memiliki proses yang panjang, namun tiap tahap memancarkan makna yang mendalam, ya?