Tradisi Lempar Bunga

Tak Hanya Sekadar Melempar, Ini Makna dari Tradisi Lempar Bunga
 

tradisi-lempar-bunga.jpgSource: Unsplash
 

Tradisi lempar bunga memang seringkali Anda temukan saat menghadiri resepsi pernikahan. Tak peduli di mana pun lokasinya dan terlepas dari adat yang digunakan, tradisi lempar bunga ini memang hampir selalu menjadi bagian dari acara pernikahan. Mungkin sebagian besar dari Anda berpikir bahwa tradisi melempar bunga ini hanya untuk seru-seruan dan memeriahkan acara. Namun demikian, ternyata tradisi ini tak hanya sekadar melempar, tetapi ada maknanya, lho!

Acara lempar bunga biasanya diawali dengan pasangan pengantin yang memegang buket bunga secara bersamaan, lalu melemparkannya ke tamu undangan dengan cara membelakanginya. Tamu yang berkumpul di depan pelaminan dan mengikuti tradisi ini pun tidak boleh sembarangan: biasanya hanya diperuntukkan bagi mereka yang masih lajang dan belum menikah.

Nah, selidik punya selidik, dulunya tradisi lempar buket bunga ini hanya diperuntukkan untuk sahabat dari sang pengantin wanita. Hanya saja, seiring berjalannya waktu, prosesi ini diperuntukkan oleh siapa saja yang masih lajang. Konon, mereka yang mendapatkan buket bunga ini akan segera menikah jika sudah memiliki pasangan dan jika belum, akan segera bertemu dengan jodohnya.

Dilansir dari berbagai sumber, awal mula tradisi melempar bunga ini sebenarnya diawali dengan tradisi menyobek gaun pengantin perempuan untuk kemudian disimpan. Tradisi ini berlangsung cukup lama di Eropa dan Amerika, di mana para perempuan yang belum menikah menyobek gaun pengantin secara diam-diam karena dipercaya dapat membawa keberuntungan dalam hal asmara. Hanya saja, harga gaun pengantin yang cukup mahal membuat tradisi ini tak bisa dilanjutkan. Untuk menggantikannya, dibuatlah tradisi melempar bunga yang dimaksudkan untuk menghadirkan keberuntungan bagi pemiliknya.

Buket bunga dipilih sebagai pengganti tradisi karena melambangkan kesuburan dan juga keindahan. Tak hanya itu, buket bunga yang dipegang oleh pengantin wanita selama prosesi pernikahan pun diharapkan bisa menjadi penyambung bagi seseorang yang mendapatkannya kelak. Yang belum menikah, diharapkan bisa menyusul pasangan pengantin tersebut ke pelaminan dan yang belum memiliki pasangan, diharapkan dapat bertemu dengan jodohnya.

Tertarik untuk mengadakan tradisi lempar bunga ini di acara pernikahan Anda? Ingat, jangan lupa pastikan jika tempat wedding Solo yang Anda pilih memiliki space yang cukup untuk melempar bunga, ya. Semoga bermanfaat!